Tangerang. DUASISINEWS. Perlu diakui dan patut disyukuri bahwa pembangunan Kota Tangerang berkembang baik. Namun bila ditelusuri lebih jauh dan bila diperhatikan dari dua sisi berbeda, sepertinya ada bahkan mungkin banyak sektor pembangunan yang dirasakan kurang memberikan sentuhan secara berkeadilan.
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
Dari tahun ke tahun hasil pajak masyarakat yang diambil dan dipergunakan untuk.anggaran pembangunan infrastruktur , nilainya lebih besar dibandingkan dengan anggaran pembangunan sektor lainnya
Namun hasilnya menuai kritikan tajam ,
yang banyak disoroti adalah pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan jalan protokol . Hasilnya sesuai kurang dengan harapan masyarakat, mudah rusak dan berlubang. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan para pengguna jalan, hal itu bisa dilihat dari adanya keluhan dan kekecewaan masyarakat yang tersampaikan melalui media sosial maupun media online. Bahkan ada yang berani menyebutkan bahwa dalam proyek pembangunan Infrastruktur telah terjadi praktek jual beli paket pekerjaan Penujukan Langsung . Dan diduga telah terjadi praktek korupsi kolusi dan nepotisme ( KKN ) dampaknya, proses pembangunan infrastruktur hasilnya menjadi kurang berkualitas. Seandainya saja anggaran tersebut dipergunakan untuk kegiatan sosial, akan semakin bisa membantu meringankan beban hidup masyarakat kurang mampu.
BANTUAN SOSIAL MASYARAKAT ( BANSOS)
Bantuan sosial ( Bansos ) yang diambil dari hasil pajak masyarakat Kota Tangerang , tersalurkan merata sesuai data yang masuk . Namun nilai dari bantuan tersebut , sangat tidak sebanding dengan beban kehidupan yang harus dipikul oleh masyarakat ditingkat bawah.
PENDIDIKAN
Pemerintah Daerah Kota Tangerang, telah menggratiskan biaya pendidikan SD dan SMP, dengan demikian tidak ada lagi anak yang putus sekolah dengan alasan terbentur biaya pendidikan.
Namun bila diperhatikan , sistem dan metode pendidikan yang dikembangkan sepertinya kurang seimbang. Terkesan lebih cenderung mengedepankan daya intelektualitas, sementara kualitas mentalitas anak kurang begitu diperhatikan. Dampaknya, kualitas mentalitas anak - anak berkembang kearah yang kurang baik. Mudah terpengaruh oleh hal - hal negatif . terlebih diera digitalisasi sangat mudah dan banyak didapatkan tonton yang tidak mengedukasi.
LAPANGAN PEKERJAAN
Kota Tangerang masih menjadi kota urbanisasi. Dari tahun ke tahun jumlah urbanisasi yang masuk ke Kota Tangerang tidak pernah berkurang. Menganggap akan mudah mencari lapangan pekerjaan, terlebih Kota Tangerang terkenal dengan julukan Kota seribu industri.
Realitanya, masyarakat asli pribumi Kota Tangerang banyak yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Tidak hanya itu persaingan dibanding usaha pun sangat berat. Didominasi.oleh pengusaha besar yang datang dari luar Kota Tangerang.
PELAYANAN INFORMASI PUBLIK
Pelayanan Informasi Publik Pemerintah Daerah Kota Tangerang, bisa diakses secara online melalui website resmi yang sudah disediakan. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkait proses pembangunan bisa mengakses melalui website tersebut.
Website resmi Kota Tangerang adalah www.tangerangkota.go.id, sebuah portal modern yang menyediakan informasi, berita, dan layanan publik digital bagi warga, dengan navigasi yang lebih mudah diakses dan terstruktur untuk transparansi serta kemudahan penggunaan.
Fitur dan Informasi yang Tersedia di Situs
Berita dan Kegiatan : Informasi terbaru seputar program pemerintah dan pembangunan kota.
Layanan Publik : Akses digital untuk administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan dan lainnya.
Informasi Publik : Transparansi data, peluang kerja, serta data bisnis dan investasi.
Galeri & Dokumentasi: Koleksi foto kegiatan dan pembangunan di Kota Tangerang.
Cara Mengakses:
Buka browser internet (Chrome, Firefox, Safari, dll )
Ketikkan alamat tangerangkota.go.id pada bilah alamat.
Tekan Enter untuk masuk ke portal resmi Pemerintah Kota Tangerang.
Ironisnya, disaat penulis ( Awak media ) menelusuri dan ingin mengetahui lebih jauh terkait isu negatif terkait perkembangan pembangunan, ada beberapa pimpinan OPD yang terkesan enggan berkomunikasi dengan awak media. Padahal awak media bermaksud membantu memberikan informasi yang objektif, sehingga masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi atau berita Hoax
Sikap pimpin OPD yang seperti itu perlu dievaluasi , khawatir akan memberikan dampak kurang baik terhadap proses pembangunan
Penulis : Asep Wawan Wibawan
MCI Kota Tangerang
