Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Mana Yang Lebih Berkualitas, Sekolah Gratis Atau Berbayar ?


Tangerang. DUASISINEWS. Kualitas sekolah tidak sepenuhnya ditentukan oleh apakah sekolah itu gratis atau berbayar. Ada faktor-faktor lain yang lebih berpengaruh, seperti:

- Kualitas guru

- Kurikulum

- Fasilitas

- Manajemen sekolah

- Motivasi siswa


Sekolah gratis bisa berkualitas kalau didukung dengan baik oleh pemerintah atau lembaga yang mengelolanya. Tapi, sekolah berbayar juga tidak otomatis berkualitas kalau tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Jadi, lebih penting fokus pada kualitas pendidikan itu sendiri, bukan hanya soal gratis atau tidak.


KUALITAS GURU 

Kualitas guru yang ideal seharusnya:

- Memiliki pengetahuan yang baik tentang materi yang diajarkan

- Bisa menyampaikan materi dengan jelas dan menarik

- Mampu memotivasi siswa

- Sabar dan peduli dengan kebutuhan siswa

- Mau terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri


Tapi yang paling penting, guru yang baik adalah yang bisa membuat siswanya paham dan mau belajar. 


KURIKULUM 

Kurikulum yang baik seharusnya:

- Relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman

- Seimbang antara teori dan praktik

- Fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan siswa

- Fokus pada pengembangan skill (bukan hanya hafalan)

- Ada evaluasi dan update secara berkala


Tujuan utamanya, kurikulum yang baik bisa membantu siswa belajar efektif dan siap menghadapi tantangan. 


FASILITAS SEKOLAH 

Fasilitas sekolah yang layak biasanya meliputi:

- Ruang kelas yang nyaman dan bersih

- Perpustakaan dengan buku-buku relevan

- Laboratorium (IPA, komputer, dll)

- Ruang olahraga atau lapangan

- Kantin yang sehat

- Toilet yang bersih

- Akses teknologi (internet, dll)

Tujuan utamanya, fasilitas yang ada mendukung proses belajar dan kenyamanan siswa. 


MANAJEMEN SEKOLAH 

Manajemen sekolah yang baik biasanya memiliki ciri-ciri:

- Pimpinan yang visioner dan komunikatif

- Sistem pengelolaan yang transparan dan efisien

- Guru dan staf yang kompeten dan termotivasi

- Fokus pada kualitas pendidikan

- Ada interaksi baik antara sekolah, siswa, dan orang tua


Tujuan utamanya, manajemen yang baik bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.


Penulis : Asep Wawan Wibawan 

               ( Pemerhati Pendidikan )

Sambut Tahun Baru 2026, Majlis Dzikir Manbaul Ulum, Kelurahan Bunder, Gelar Do'a Bersama Untuk Korban Bencana Aceh Dan Sumatera


Tangerang. DUASISINEWS. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Majlis Dzikir dan Ta'lim Manbaul Ulum Kampung Bunder, RT 008 RW 02, Jalan Masjid Jami Nurul Yaqin, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Mengadakan dua agenda penting, pada Rabu malam, 31 Desember 2025, pukul 18.30 WIB, ba'da Maghrib hingga selesai, akan diadakan Istighosah, Do'a bersama untuk para almarhum alim Ulama, NKRI dan korban bencana Aceh-Sumatera.


Lalu, pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, pukul 20.00 WIB hingga selesai. Tabligh Akbar memperingati Isro Mi'roj 1447 H dengan penceramah KH. Lukmanul Hakim dari Legok Kabupaten Tangerang dan Qori Ustad Zulfikar dari Kampung Gebang Desa Sukadamai Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Acara ini dipimpin langsung Ustad Didin Safrudin beserta istrinya Ustadzah Siti Nurhasanah/Umi entih jama'ah Majlis Dzikir dan Ta'lim Manbaul Ulum.


Saat ditemui awak media, pimpinan Majlis Dzikir dan Ta',lim Manbaul Ulum, Ustad Didin Safrudin. "Menyerukan kepada jamaah untuk masyarakat khususnya Kelurahan Bunder juga pada umumnya: "Mari kita ikuti Istighosah dan Do'a Bersama (31 Des 2025, 18.30 WIB) untuk mendoakan ulama, NKRI, serta korban bencana alam Aceh-Sumatera. Dan, hadiri Tabligh Akbar Isro Mi'roj 1447 H (3 Jan 2026, 20.00 WIB) dengan penceramah ataupun Tausyiah KH. Lukmanul Hakim," ujarnya. 


Masih ditempat yang sama, Ketua Ormas Pemuda Pancasila Ranting Kelurahan Bunder, Kang Hariri'BM'79", menyampaikan, "Kami siap memberikan yang terbaik untuk pengamanan dan keamanan acara PHBI Isro Mi'roj 1447 H, di Majlis Manbaul Ulum. Mari kita sukseskan acara ini dengan Khidmat, Khusyu, aman dan lancar,"tegasnya.


Isro Mi'roj adalah peristiwa penting dalam Islam di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Mekah ke Yerusalem (Isro) dan kemudian naik ke langit (Mi'raj) untuk bertemu dengan Allah SWT. Peristiwa ini terjadi pada tahun 621 M dan menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW," tutupnya.


Red

Universitas Dharma Indonesia, Gelar Dies Natalis Pertama Dan Reuni Akbar Alumni


Tangerang. DUASISINEWS. Universitas Dharma Indonesia ( UNDHI ) menggelar Dies Natalis pertama dan Reuni Akbar Alumni dengan meriah, pada Sabtu ( 20/12/2025 ). Acara yang diadakan di halaman kampus UNDHI, kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Tangerang, H. Soma Atmaja ( mewakili Bupati ), perwakilan Gubernur Banten, perwakilan  Kapolresta Tangerang, perwakilan Dandim, Ketua Yayasan, Rektor, Dekan, Dosen, staf, para alumni, para mahasiswa dan tamu undangan.



Acara dimeriahkan dengan kegiatan  diantaranya, deklarasi ikatan keluarga alumni, santunan anak yatim-piatu, talk show, murotal, pentas seni, sekolah bahasa, tarian tradisional,  penggalangan dana donasi untuk para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, pentas hiburan musik, quiz dan pembagian door prize. Selain itu, para alumni juga berkesempatan untuk memberikan sumbangan dan kontribusi bagi pengembangan Universitas Dharma Indonesia ( UNDHI ).



Ketua panitia reuni akbar alumni, Herman Setiawan SH., MH., menyampaikan, " alhamdulillah acara pada hari ini, banyak sekali dan rundown nya juga banyak, selain ada reuni akbar alumni, ada juga beberapa tamu undangan, juga calon mahasiswa baru yang telah MOU dengan sekolah-sekolah, terus ada juga yang untuk umum ", tutur Herman Setiawan.



" Dari pemerintah kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang diwakili oleh Pak Sekda, ada juga dari Dinas Kominfo, perwakilan Gubernur Banten, perwakilan dari Polresta, perwakilan Dandim, dari Arhanud hadir, Camat Cikupa juga hadir dan alhamdulilah semua tamu undangan walaupun diwakili tetapi hadir ", imbuh Herman.


" Harapannya ke depan, mungkin Dies Natalis yang pertama ini, momentum ini kita jadikan spirit untuk alumni, khususnya alumni STIH Painan yang sekarang menjadi universitas Dharma Indonesia, harapan nya kedepan tetap solid, tetap bisa di selenggarakan setiap tahunnya, memperingati hari ulang tahun dan juga bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dengan alumni, karena tidak mungkin kampus bisa besar, kalau alumninya tidak ikut andil dalam membesarkan kampus dan alhamdulilah banyak juga orang besar alumni dari STIH Painan ( kini UNDHI ), mungkin banyak juga yang jadi advokat, jadi anggota TNI Polri, mereka rata-rata mungkin sudah punya basic dan mereka melanjutkan kuliahnya ke S1 atau S2 di Universitas Dharma Indonesia ", tutup Ketua pelaksana reuni akbar ini.


( Aldo )

Mulyawan S.Pd Guru SMK Bina Wisata Tangsel, Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam Bagi Guru SMK Provinsi Banten Angkatan 3 Tahap In-Service Learning 2


Tangerang Selatan. DUASISINEWS. Mulyawan, S.Pd, guru di SMK Bina Wisata Kota Tangerang Selatan yang dikenal sebagai spesialis industri Perhotelan & Pariwisata, mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PPM) bagi Guru SMK Wilayah Provinsi Banten Angkatan 3 pada Tahap In-Service Learning 2.


Keikutsertaan Mulyawan, S.Pd dalam program ini menjadi langkah penting dalam peningkatan kompetensi guru vokasi, khususnya pada bidang perhotelan dan pariwisata. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi strategis mulai dari penguatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran yang modern.



Sebagai pengajar yang aktif dalam pengembangan kualitas siswa di bidang hospitality, Mulyawan diharapkan dapat membawa ilmu dan inovasi baru bagi lingkungan SMK Bina Wisata serta mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi di Kota Tangerang Selatan.


Pelatihan ini juga menjadi ajang bagi para guru SMK untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, serta membangun jaringan profesional guna mendukung kemajuan pendidikan vokasi di Provinsi Banten.


Red

SMK Pujangga Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Dituding Anti Toleransi, Orang Tua Siswa Merasa Kecewa


Tangerang. DUASISINEWS. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Pujangga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dituding anti toleransi oleh orang tua siswa yang merasa kecewa dengan kebijakan sekolah. Salah satu orang tua siswi, SI (37th) yang berprofesi sebagai salah satu Wartawan/Jurnalis Media Online merasa tidak puas dengan keputusan sekolah yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) karena tunggakan SPP selama 2 bulan.


SI telah datang ke sekolah pada Selasa (02/12/2025) untuk memohon kebijakan pihak sekolah, namun ditolak dan tetap diwajibkan membayar tunggakan SPP. 


" Jelas membuat saya kecewa, yang seharusnya pihak sekolah memberikan kebijakan agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan ujian, ini malah seolah memberatkan dan seolah mengutamakan biaya," kata SI.


Guru yang juga sekaligus wali kelas XII DKV, Novi Nurwaqiah, S.Pd, menjelaskan,  bahwa aturan siswa tidak diperbolehkan mengikuti UAS adalah dari Kepala Sekolah dan berlaku untuk semua siswa yang belum melakukan penyelesaian administrasi, tunggakan SPP dan lainnya.


SI berharap pihak sekolah dapat memahami keadaan orang tua siswa yang memang terkendala biaya sekolah anaknya dan tidak menjadikan siswa sebagai dampak kendala tersebut.


 "Saya pun merasa tidak dihargai oleh pihak sekolah dan juga berdampak buruk pada mental anak saya ", pungkas SI.


Pewarta : Aldo 

Memilukan, Seorang Siswi SMP Muhammadiyah Kota Tangerang, Tak Bisa Ikut Ujian Dengan Alasan Belum Melunasi Tunggakan SPP


Tangerang. DUASISINEWS. Sudah cukup lama Pemerintah Daerah Kota Tangerang  mengalokasikan APBD  dengan nilai sangat besar   untuk program sekolah gratis, dengan harapan agar tidak ada   lagi ada anak  yang enggan masuk sekolah   karena  malu orang tuanya belum bisa  melunasi tunggakan  SPP.


Namun fakta dilapangan tenyata masih ada sekolah  yang membebankan biaya pendidikan kepada pihak  orang  tua. Bahkan tidak memberikan toleransi kepada siswa - siswi yang orang tuanya memohon kebijakan terkait tunggakan SPP.


Seperti yang dialami oleh orang tua seorang Siswi Muhamadiyah, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, Hasan  Basri yang merasa sangat kecewa  terhadap pihak sekolah yang tidak  memberikan   toleransi atau kebijakan terkait  tunggakan SPP  anaknya. 


" Tunggakan  SPP nya mau dibayar Rp. 500.000,-  dulu, sisanya akan  saya lunasi  setelah saya  ada uang , Insya Allah  beberapa  bulan kedepan dan saya siap membuat surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai, tapi pihak sekolah tidak mau . Akhirnya anak saya tidak ikut ujian dan terpaksa saya ajak pulang. Biar tidak terlalu   merasa  sedih dan kecewa saya  ajak makan di warteg,  kasihan mau nangis ",  keluh Hasan Basri yang di selenggarakan melalui WhatsApp pada Senin ( 1/12/1025 ).

 

Mengetahui hal tersebut,   mantan ketua Lembaga Pemerhati Pendidikan, Wawan Wibawan,  mengkritisi pihak sekolah yang  dianggap kurang  mengerti  terhadap kondisi keuangan orang tua , sehingga anak  yang menjadi korban 


" Seharusnya pihak sekolah bijak dan berusaha  menjaga murid - muridnya agar semangat  masuk sekolah, meskipun orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan SPP  pihak sekolah harus mendorong agar siswa - siswinya masuk Sekolah. Kemudian terkait masalah keuangan  sekolah, itu  kan urusan antara pihak sekolah dan orang tua, jangan sampai anak yang menjadi korban. Anak jadi malu sama temen - temannya  karena masih ada tunggakkan SPP yang  belum bisa dilunasi oleh orang tuanya,  akhirnya tidak mau sekolah ",  

Kata Wawan Wibawan dikediamannya pada Senin ( 1/12/2025)


Lebih lanjut , Wawan Wibawan berharap kepada  pihak yang terkait dan para anggota dewan yang membidangi pendidikan,  mendesak agar pihak sekolah memberikan toleransi atau kebijakan Kepada siswa - siswi yang orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan SPP 


" Dinas  terkait  dan  anggota DPRD Kota Tangerang yang membidangi pendidikan , harus bisa mendesak agar pihak sekolah SMP Muhamadiyah bisa memberikan toleransi atau kebijaksanaan Kepada  siswa - siswi yang orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan SPP . Sehingga anak tidak merasa malu  berangkat ke sekolah ", pungkasnya 




Pewarta : Asep

SMKN 12 Kabupaten Tangerang Gelar Kelas Tambahan Bagi 404 Siswa Peserta TKA


Tangerang. DUASISINEWS. Dalam upaya meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMKN 12 Kabupaten Tangerang menggelar program kelas tambahan bagi seluruh siswa kelas XII. Program ini menjadi langkah strategis sekolah untuk menjaga kesinambungan pembelajaran di tengah kesibukan siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai industri.


Pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu, sehingga tidak mengganggu jadwal PKL para siswa. TKA sendiri merupakan program nasional yang bertujuan mengukur kompetensi dan capaian pembelajaran peserta didik di tingkat akhir pendidikan menengah kejuruan. Tahun ini, sebanyak 404 siswa SMKN 12 terdaftar sebagai peserta TKA.



Kepala Sekolah Sarjoko menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam persiapan menghadapi ujian nasional berbasis kompetensi tersebut.


> “ Kami melihat semangat belajar anak-anak yang luar biasa. Walaupun mereka sudah sibuk di industri, setiap Sabtu mereka tetap hadir dengan antusias untuk belajar. Itu sesuatu yang patut diapresiasi ",  ungkapnya.


Di sisi lain, Eka Adi Putra, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dedikasi para guru.


> “ Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan guru yang dengan tulus dan sukarela meluangkan waktu di hari libur untuk membimbing siswa. Mereka datang dengan semangat yang sama seperti para siswanya — semangat untuk mengantarkan anak-anak kita menuju kesuksesan,” ujarnya penuh rasa bangga.


Sementara itu, Bakhtiar, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri, menegaskan bahwa program ini bersifat gratis dan terbuka bagi seluruh siswa.


> “ Kami ingin memastikan tidak ada kendala bagi siapa pun untuk mengikuti kegiatan ini. Semua siswa berhak mendapatkan kesempatan belajar tambahan tanpa dipungut biaya sedikit pun,” tegas Bakhtiar.


Antusiasme siswa pun tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian, membahas soal-soal latihan dan berdiskusi aktif dengan para guru. Salah satu peserta, Fahru Roji, mengaku sangat terbantu dengan adanya kelas tambahan ini.


> “ Saya bersyukur sekolah mengadakan kegiatan seperti ini. Meski sedang PKL, kami tetap bisa belajar dan mempersiapkan diri untuk TKA. Guru-guru juga sabar banget menjelaskan materi yang sulit, jadi belajar terasa lebih ringan,” ungkapnya sambil tersenyum.


Program kelas tambahan ini tidak hanya menjadi ajang persiapan akademik, tetapi juga wujud sinergi antara sekolah, guru, dan siswa dalam menjaga mutu pendidikan vokasi. Melalui kegiatan ini, SMKN 12 Kabupaten Tangerang ingin membuktikan bahwa kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan meskipun di tengah tantangan kegiatan industri.


Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran pendidik dan semangat belajar siswa yang tinggi, SMKN 12 Kabupaten Tangerang optimistis dapat melahirkan lulusan yang unggul, siap kerja, dan berdaya saing, baik di dunia industri maupun dalam ujian kompetensi nasional.        



Reporter  : Suryadi Yacob

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Beri Ucapan Selamat Dan Sukses Untuk UMT "UNGGUL"


Tangerang. DUASISINEWS. Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang, Ridwanullah Muafa, SH. MH.,  mengucapkan selamat atas keberhasilan dan kemajuan Universitas Muhammadiyah Tangerang dalam mendapatkan predikat  Akreditasi dari BAN PT .


Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang, mengatakan, " saya selaku kader persyarikatan serta akademisi muda, turut bangga dan senang, ini merupakan prestasi yang harus di jaga dan di pertahankan oleh UMT. Ini adalah bentuk positif menunjukkan bahwa perguruan tinggi atau program studi di UMT tersebut telah memenuhi standar kualitas yang sangat baik dan diakui memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan dan penelitian ", tutur Ridwanullah Muafa.



" UMT dengan predikat UNGGUL mempunyai Bukti Kualitas dan Kredibilitas serta Nilai Positif dari beberapa point Keunggulan dari kampus lain nya. Pada prinsip nya Akreditasi Unggul itu  adalah pengakuan atas keunggulan dan kualitas suatu lembaga pendidikan ", imbuh Ridwanullah .


" Sekali lagi saya ucapkan kepada Kanda Haji, Pak Rektor Dr.H. Desri Arwen M.Pd. atas diraihnya Akreditasi Unggul ! Prestasi ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi yang membanggakan ", pungkas Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang ini kepada awak media yang di sampaikan melalui WhatsApp, pada Selasa ( 29/7/2025 )


Pewarta : Aldo 

Kepsek SMAN 4 Kabupaten Tangerang Ingkar Janji, Data SPMB Tak Kunjung Diberikan


Tangerang. DUASISINEWS. Aliansi Masyarakat advokat lembaga dan Forum Media Banten Peduli sebagai pemantau pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kabupaten Tangerang yang dianggap tidak menepati janji dalam memberikan data penting terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.


Menurut Ketua Forum Media Banten Ngahiji ( FMBN ) Budi Irawan, " Saat proses mediasi yang dilakukan sebelumnya, Kepala Sekolah secara langsung berjanji akan memberikan data Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari semua jalur, termasuk data Kartu Keluarga (KK) para murid yang diterima. Namun hingga saat ini ( sudah 1 minggu ) tidak ada satu pun data yang diserahkan, bahkan tidak ada kejelasan tindak lanjut dari pihak sekolah ", Budi Irawan yang juga selaku koordinator Ketua Aliansi. 


“ Kami tagih janji ucapan Kepala Sekolah! Janji tersebut disampaikan dalam forum resmi mediasi yang melibatkan berbagai pihak serta disaksikan Aliansi. Maka, sikap kepala sekolah yang tidak konsisten dan mengabaikan komitmennya, patut dipertanyakan integritas serta kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola lembaga pendidikan negeri. Sikap menutup-nutupi informasi seperti ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan publik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menyatakan bahwa informasi tentang proses dan hasil penerimaan peserta didik merupakan informasi yang wajib diumumkan dan dapat diakses oleh publik ", ujar Budi.


" Kami menegaskan kembali bahwa, data SPMB dari semua jalur (Zonasi, Afirmasi, Perpindahan Tugas Orang Tua, Prestasi) wajib dibuka. Data Kartu Keluarga (KK) penerima murid baru diperlukan untuk menilai keabsahan domisili dan keadilan seleksi. Kepala sekolah wajib memenuhi janjinya kepada publik, bukan sekadar memberi harapan kosong. Jika tidak ada realisasi dalam waktu dekat, kami akan mengambil langkah hukum dan administratif, termasuk melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Komisi Informasi, hingga Ombudsman RI. Transparansi adalah hak publik, bukan permintaan pribadi. Jangan abaikan kepercayaan masyarakat ", pungkas Budi Irawan dengan nada geram.


Red..

Tagih Janji Kepsek, Aliansi Gabungan Masyarakat Advokat , Lembaga Dan Media Banten Peduli, Datangi SMAN 4 Kabupaten Tangerang


Tangerang. Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) tahun 2025 khususnya di Provinsi Banten, masih terjadi carut marut, sehingga menimbulkan gejolak di beberapa Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Banten. 



Kegeraman masyarakat terkait SPMB juga terjadi di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, sehingga akibat rasa kecewa dengan sikap pihak SMAN 4 Kabupaten Tangerang yang  tidak mau terbuka menyampaikan data SPMB, Aliansi Gabungan Masyarakat, Lembaga, Advokat Dan Media Banten, menggelar aksi unjuk rasa menggeruduk masuk sekolah dan mendesak agar pihak sekolah menyampaikan secara terbuka jumlah kuota yang sudah ditentukan dengan jumlah murid baru yang di terima. 



 

" Kami hanya minta  kepada pihak sekolah agar menyampaikan secara terbuka sesuai undang - undang keterbukaan informasi publik, berapa kuota  sesuai ketentuan dan berapa jumlah murid baru yang diterima di SMAN 4 Kabupaten Tangerang " tegas salah satu pengunjuk rasa kepada pihak sekolah SMAN 4 Kabupaten Tangerang, pada Senin ( 14/7/2025 ).


Ditempat yang sama Wakil Ketua Forum Media Banten Ngahiji ( FMBN ) M. Soleh menyampaikan kekesalannya Kepada pihak sekolah yang dinilainya berbelit belit dalan memberikan keterangan. 


" Mediasi tadi saya lihat , khususnya dari pihak sekolah, kepala  sekolah dan pengawas berbelit - belit dalam memberikan keterangannya. Padahaly keinginan dari rekan - rekan disini cuma dua keinginannya, yang pertama ingin ditambah kuota tapi kalau tidak bisa, kita minta data  jumlah murid yang diterima. Tapi jawaban dari kepala sekolah itu berbelit -  belit, muter -  muter tidak jelas ", kata M. Soleh 


Lebih lanjut M. Soleh menyebutkan, dengan tidak adanya keterbukaan dari pihak sekolah SMAN 4 Kabupaten Tangerang,  diduga kuat ada kebohongan yang ditutup - tutupi.


" Disini saya bisa menyimpulkan, dugaan kuat ada kebohongan yang ditutup tutupi oleh kepala sekolah dan pengawas. Kalau memang mereka bekerja dengan benar sesuai dengan sistem, tinggal buka data. Sangat mudah itu. Tapi ini tidak, jawabannya berbelit -  belit, muter - muter, sehingga rekan - rekan kecewa dan tersulut emosinya ", pungkas M. Soleh.


Setelah bertemu dengan para peserta aksi, Pengawas dan Kepala Sekolah SMAN 4 minta mediasi dengan diwakili oleh perwakilan peserta aksi unjuk rasa. Setelah ditunggu, hasil mediasi mendapat jawaban, pihak sekolah akan memberikan data pada keesokan harinya, yakni pada hari Selasa 15 Juli 2025.


Pewarta : S. Yakub/Aldo 

Dianggap Kurang Berikan Manfaat Untuk Lingkungan, Warga Minta Gapura SMA/ SMK PGRI 109 Dibongkar


Tangerang. Duasisinews. Kecewa dengan sikap pihak SMA/ SMK PGRI 109 yang tidak memberikan kebijakan atau keringanan kepada  anaknya yang akan didaftarkan  disekolah PGRI 109 atau yang lebih di kenal dengan zhebot qyu, Warga setempat yang enggan disebutkan namanya tersebut, berencana akan mempermasalahkan dan    akan mendesak pihak - pihak terkait untuk membongkar Gapura SMA /SMK PGRI 109 yang dipasang di pintu masuk  Jln Untung Suropati II RT 03/08 Kelurahan Cimone Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, karena lahan tersebut merupakan Fasos Fasum yang tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan bisnis atau komersil dan usaha pribadi.


Menurut warga, dengan adanya gapura tersebut,  Citra atau nama baik SMA/SMK PGRI 109 semakin terangkat , terlebih gapura tersebut didirikan di tempat yang terbilang cukup strategis. 


" Jelas, dengan adanya gapura tersebut, Citra atau nama baik SMA/ SMK PGRI 109 semakin terangkat dan yang saya tahu, semenjak ada gapura tersebut, jumlah siswa siswi SMA/ SMK PGRI 109 terus meningkat dan saya yakin, masyarakat luar atau mungkin pihak - pihak terkait akan menganggap bahwa  masyarakat sekitar sudah dikondisikan atau sudah mendapatkan kompensasi  yang  seimbang, khususnya masyarakat yang ingin memasukkan putra - putrinya di sekolah tersebut ", ungkapnya, saat dihubungi oleh awak media dikediamannya, pada Jumat ( 20/ 6/2025 ).


" Tidak sedikit masyarakat yang enggan mendaftarkan anaknya di SMA/ SMK PGRI 109, karena tahu, pihak sekolah tidak memberikan kebijakan yang seimbang kepada masyarakat setempat ", tambahnya.


Lebih lanjut,  ia berencana akan mengajak tokoh masyarakat, RT dan RW  disepanjang Jalan Untung Suropati II untuk mendesak pihak SMA/ SMK PGRI 109 membuat  kesepakatan yang seimbang, khususnya untuk masyarakat yang ingin memasukkan anaknya di sekolah tersebut.


" Saya akan mengajak tokoh  masyarakat , RT dan RW di sepanjang Jalan Untung Suropati II untuk membuat kesepakatan dengan pihak SMA/ SMK PGRI secara terbuka dan ditandatangani diatas materai, agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh atau kecewa karena anaknya sulit masuk SMA/ SMK PGRI 109, adapun kesepakatan yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah diantaranya, anak yatim dan anak yang orang tuanya tidak mampu gratis, yang kurang mampu diberikan discount 50 % dan masyarakat yang mampu biaya masuk di SMA /SMK PGRI 109 bisa di Cicil ", ujarnya.


" Bila pihak SMA/SMK PGRI 109 tidak mau membuat kesepakatan secara terbuka dan tidak bisa membantu masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya, masyarakat berhak meminta  bahkan mendesak pihak-pihak terkait untuk membongkar gapura SMA/SMK PGRI 109, karena berdiri diatas lahan Fasos Fasum, itukan yang dipakai untuk mendirikan gapura SMA/ SMK PGRI 109 fasos fasum , tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan bisnis pribadi, terkecuali ada Ijin atau kesepakatan dengan warga  yang diketahui oleh RT dan RW sepanjang Jalan Untung Suropati ",  pungkas warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.


( WP )

Ketum Ormas Front Banten Bersatu, H. Moch. Soleh MA, Sikapi PPDB Di Provinsi Banten


Tangerang. Duasisinews. Sistem penerimaan peserta didik baru ( PPDB ) khususnya di provinsi Banten, di sikapi dengan rasa keprihatinan oleh Ketua Umum Ormas Front Banten Bersatu ( FBB ), H. Moch. Soleh MA.


Saat di jumpai di kantor sekretariat FBB, H. Moch. Soleh, menyatakan, " Dalam rangka penerimaan murid baru SMAN dan SMKN, sangat memprihatinkan dari tahun ke tahun. Banyak kejanggalan di lapangan yang terjadi. Kalau bicara ketentuan aturan,  itu mungkin sudah benar alasan untuk meringankan  beban masyarakat, tetapi kejadian di lapangan banyak terjadi ketentuan itu di manfaatkan,  menjadi praktik manipulasi oknum oknum yang mencari penghasilan yang gak wajar. Kadang kebijakan di salah gunakan menjadi persekongkolan mencari upeti ", tutur H. Moch. Soleh, pada Jum'at ( 20/6/2025 ).



" Maka dari itu, kami dari ormas Front Banten Bersatu (FBB) siap mengawal dan mencari bukti bukti kejanggalan di lapangan. Kalau kebijakan itu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, is ok. Tetapi kalau kebijakan itu hanya akal akalan persekongkolan mencari upeti hingga merugikan pihak lain,  maka kami siap mengawal sampai ke ranah hukum ", ujar H. Moch Soleh MA., yang juga sebagai Ketua DPW Pas Gibran ( Relawan Prabowo - Gibran ) dan Ketua Koordinator Bolonemase Provinsi Banten ( Relawan Prabowo - Gibran ). 


" Rata rata yang di rugikan dan di permainkan oleh mereka adalah wong cilik. Sikap itu jelas bersebrangan atau berlawanan dengan niat baik Bapak kita Bapak Presiden dan Wakil Presiden, yang mana beliau selalu mengumandangkan rakyat harus senang dan sejahtera. Tidak ada lagi di pusingin mikirin pendidikan dan kehidupan. Untuk itu kami berharap khususnya kepada Gubernur Banten dan umumnya kepada Gubernur di seluruh Indonesia, untuk memperhatikan dan mengawasi lebih ketat kinerja di jajaran bawahnya, khususnya di Dinas Pendidikan, agar tidak terjadi praktek transaksi atau jual beli atau manipulasi demi mencari keuntungan pribadi yang dilakukan oleh oknum yang merusak sistem PPDB dalam  penerimaan peserta didik baru, khususnya di tingkat SMA dan SMK atau yang sederajat, sehingga masyarakat tidak dirugikan saat putra atau putrinya mendaftar di SMAN atau SMKN ", pungkas H. Moch. Soleh.



Pewarta : Arman

Pimpinan Dan Wali Santri Kelas IX Ponpes Al-Mansyuriyah Sepatan, Gelar Silaturahmi Jelang Kelulusan Tahun 2024/2025


Tangerang. Duasisinews. Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah yang beralamat Kampung Grudug, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menggelar rapat silaturahmi dihadiri Pimpinan pondok , Pengurus dan Wali Santriwati, Santriwan Kelas IX (sembilan/Kelas 3 MTS/SMP). Rapat yang dipimpin oleh KH. Sholahuddin S.Ag ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan membahas perkembangan santri menjelang Kelulusan Tahun Ajaran 2024/2025 pada hari Minggu pagi pukul 09.00 WIB s/d selesai (11/05/25).


Dalam rapat tersebut, perwakilan salah satu orang tua santri  Andi Nok (Bapak Galih) menyampaikan, harapan untuk meningkatkan kerjasama antara Wali Santri, santri, dan pihak Pondok. " Kami berharap dengan kerjasama yang baik, kita dapat mencapai tujuan Pendidikan yang lebih baik dan membentuk karakter santri yang lebih baik pula," ungkap perwakilan santri.



Pimpinan Pondok, KH. Sholahuddin ,S.Ag. menyampaikan apresiasi kepada para Wali Santri atas dukungan yang diberikan kepada Pondok. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara Pondok dan orang tua dalam mendidik dan membimbing para santri ", tuturnya.


Dalam sambutannya Pengurus Ponpes Al-Mansyuriyah Ustadz H Ade Mahmud.S.Ag., Meningkatkan kualitas Pendidikan dan fasilitas Pondok.



Meningkatkan sinergi antara pondok dan orang tua. Mengembangkan potensi santri untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berilmu Agama ", tuturnya.


Masih Ustadz H. Ade Mahmud.S.Ag.,  harapan Kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pondok.


Mereka juga berharap dengan kerjasama yang baik antara pondok, orang tua, dan santri, dapat membentuk karakter santri yang lebih baik dan mencapai kelulusan yang sukses ", harapnya


Dengan adanya silaturahmi ini, diharapkan hubungan antara pondok dan wali santri semakin erat dan harmonis, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter santri di Ponpes Al-Mansyuriyah Sepatan ", tutupnya.


Red




Siaran Pers, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan


Tanggapan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan,  Terhadap Isu Pengeluaran Siswa Di  SDN Ciater 2


Tangerang Selatan. Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 10 Maret 2025 Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait isu pengeluaran siswa di SDN Ciater 2, yang disebut-sebut terkait dengan kritik orang tua terhadap dugaan pungutan liar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan memberikan klarifikasi sebagai berikut :


1. Pernyataan Tegas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan dengan tegas menyatakan bahwa tidak pernah memberikan arahan atau instruksi kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan siswa hanya karena kritik yang disampaikan oleh orang tua siswa. Setiap kebijakan yang diambil oleh sekolah harus selalu berdasarkan pada aturan yang berlaku dan mengutamakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan.


2. Penanganan Laporan Dugaan Pungutan Liar 

Kami juga menegaskan bahwa setiap laporan atau keluhan yang berkaitan dengan dugaan pungutan liar akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang transparan dan bebas dari segala bentuk pungutan yang tidak sesuai ketentuan.


3. Keterbukaan terhadap Kritik dan Masukan 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan senantiasa terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Kritik yang konstruktif sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Kami mendorong masyarakat untuk terus aktif memberikan saran yang membangun.


4. Saluran Resmi untuk Menyampaikan Keluhan  

Kami mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua siswa, untuk menyampaikan keluhan atau laporan terkait layanan pendidikan melalui saluran resmi yang telah disediakan. Hal ini penting agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara objektif, adil, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Demikian klarifikasi ini kami sampaikan agar dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan.


- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan -



Pewarta : Aldo 

Diduga Sekolah SMP Dan SMK Darma Siswa Kota Tangerang, Menggunakan Lahan Fasos Fasum



Tangerang. Duasisinews. SMP dan SMK Kota Tangerang yang beroperasi dibawah naungan yayasan Karya Darma Wanita ( YKDW )  dibentuk oleh pemerintah daerah Kabupaten Tangerang . Setelah sekian puluh tahun lamanya berjalan , sekolah tersebut mengalami kemajuan cukup pesat. Sayangnya untuk tingkat menengah pertama,  sekolah yang berada di kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci tersebut, tidak mengikuti program pemerintah daerah Kota Tangerang , yaitu program sekolah gratis. Disekolah tersebut masih dikenakan biaya SPP , daftar ulang , ujian semester dan biaya fasilitas bangunan.

Tidak hanya sampai disitu, diduga  dalam kepengurusan  Yayasan  Karya Darma Wanita ( YKDW ) Kabupaten Tangerang, telah  terjadi nepotisme.  Posisi ketua yayasan di pegang oleh istri dari  pembina  yayasan yang saat ini  sudah pensiun sebagai salah satu pejabat di Kabupaten Tangerang.

Saat di konfirmasi melalui WhatsApp, pada Selasa petang ( 6/8/2024 ) Ketua Yayasan Karya Darma Wanita ( YKDW  ) Kabupaten Tangerang, Hj. Titin enggan memberikan jawaban panjang lebar. 

" Terimakasih ya Pak,  cari info ke tempat yang benar tentang  Yayasan Karya Darma Wanita  ", jawab Titin dengan singkat melalui WhatsApp.

Kemudian saat di tanya melalui WhatsApp terkait keberadaan SMP dan SMK yang berada di lahan Fasos dan Fasum, sampai berita ini ditayangkan,  Ketua Yayasan Karya Dharma Wanita tersebut belum memberikan jawaban.


( Soleh )

Pengakuan Pihak SMAN 7 Tangsel Di Media Online Diduga Hoax, GMPP Akan Proses Melalui Jalur Hukum


Tangerang.  Duasisinews. Adanya aksi unjuk rasa di SMAN 7 Tangerang Selatan beberapa hari lalu, berbuntut panjang. Di beberapa media online , pihak SMAN 7 Tangerang Selatan mengaku di datangi pendemo meminta siswa titipannya agar di terima di sekolah tersebut, tidak hanya itu, pihak sekolah pun mengaku bahwa pihaknya dimintai uang 300 ribu rupiah oleh pendemo.


Pengakuan pihak SMAN 7 Tangerang Selatan ini dibantah keras oleh ketua MCI Kota Tangerang , yang pada aksi demo tampil sebagai orator tunggal. Ia  menegaskan tidak pernah komunikasi , bertemu apalagi meminta  siswa titipannya di  terima sekolah tersebut.


Pengakuan Pihak SMAN  Tangsel yang cukup ramai di beberapa media online,   di sikapi  serius oleh ketua Gabungan Masyarakat Peduli Pembangunan ( GMPP ) M Soleh yang berencana akan melayangkan  surat somasi kepada pihak SMAN 7 Tangsel.


" Betul rencananya kami akan melayangkan surat somasi kepada pihak SMAN 7 Tangerang Selatan untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya yang cukup ramai diberitakan di beberapa media Online dan kami juga akan meminta kepada pihak sekolah SMAN 7 Tangsel , menyebutkan siapa nama, ciri - ciri nya seperti apa dari pendemo yang meminta  siswa titipannya di terima disekolah tersebut dan bila tidak bisa membuktikan , maka kami melalui kuasa hukum akan memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku " tegas  M. Soleh 

Menurut  M. Soleh ,  Ketua MCI Kota Tangerang yang pada aksi demo tampil sebagai orator tunggal tidak pernah mau menerima  siswa titipan untuk diterima di sekolah tertentu. 


" Saya tahu persis Ketua MCI Kota Tangerang yang juga sebagai Sekjen GMPP tidak pernah mau menerima siswa titipan untuk diterima di sekolah tertentu dan juga saya tahu persis, Sekjen GMPP yang juga sebagai Ketua MCI Kota Tangerang dari dulu  sampai sekarang konsisten , tidak pernah merasa terbebani menyikapi  carut marut PPDB, bahkan kami bersama teman - teman pernah mendatangi kantor Ombudsman , agar tegas menyikapi  polemik PPDB ", pungkas M. Soleh

( Boby/Tarso )

Aqila Noviani Hariri, Raih Juara Terfavourit Diacara Haflah Akhirussanah Dan Wisuda Santri TPQ Manbaul Ulum, Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa

Tangerang. Duasisinews. Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijrah yang tidak lama lagi tiba, Majlis Dzikir dan Ta'lim Manbaul Ulum  selenggarakan acara Haflah Akhirussanah dan Wisudah Santri dan Santriwati TPQ Manbaul Ulum, tahun ajaran 2023/2024 pada Minggu pagi (18/2/2024) yang di mulai pukul 08.00 WIB di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Manbaul Ulum, Kampung Bunder RT 008 RW 02 Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Sukses menggelar Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri/Santriwati berakhirnya masa pendidikan kurang lebih dari 100 santri TPA Alquran usia dini tahun 2023/2024 para santri/wati menyelenggarakan perpisahan sekaligus wisuda, dibawah pimpinan serta pengasuh majlis, Ustadz Didin Safrudin dan Ustadzah Siti Nurhasanah, selain belajar memahami bacaan Al-Qur'an para santri anak2 usia dini juga dicetak sebagai generasi yang kreatif dan inovatif, ini dibuktikan dengan meriahnya acara serta penampilan - penampilan kreatifitas anak-anak diatas panggung mulai dari belajar berpidato, membaca do'a, lomba adzan, serta hafalan ayat-ayat Suci Al-Qur'an serta seni tari dan lain nya. Selain menumbuhkan kreatifitas anak, acara tersebut juga melatih mental anak sejak dini dan mengapresiasi minat anak terhadap belajar Al-Qur'an.


Pengasuh / Pimpinan TPQ, Ustadz Didin Safrudin saat di wawancari Awak Media menegaskan pentingnya pendidikan dan pemahaman Al-Qur'an sejak dini, karena di usia dini merupakan kemudahan untuk menanamkan ilmu-ilmu kepada anak dan mempersiapkan mental diri untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, serta membentuk karakter anak yg berakhlak dan memahami Al-Qur'an, beliau juga menjelaskan bahwa acara tersebut bukan semata berakhirnya masa pendidikan anak-anak dalam belajar Al-Qur'an akan tetapi persiapan serta awal untuk mereka melanjutkan ke pendidikan SD, SMP/MTS/SMA/MAN ", ucap ustadz Didin.


Dalam kesempatan yang sama, Ustadzah Siti Nurhasanah atau biasa dipanggil Umi Enti juga mengucapkan sangat banyak terima kasih kepada para orang tua santri yang telah mendukung acara serta menjadi orang tua yang peduli terhadap pentingnya pendidikan Al-Qur'an dan menjadikan bukti bahwa pendidikan sejak usia dini adalah sangat penting untuk membentuk karakter anak sejak dini ", imbuh Ustadzah.


Aqila Noviani Hariri yang merupakan putri dari seorang Jurnalis media Bantenmore yang juga sekaligus Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kelurahan Bunder, salah satu santriwati di tahun ajaran 2023/2024 yang masih sekolah kelas IV SDN meraih gelar sebagai Santri /Murid terfavorit dari seluruh santri yang belajar di TPQ Manbaul Ulum. 


" Semoga di tahun depan untuk semua murid/santriwan dan santriwati lebih giat lagi untuk terus belajar baik di bidang pendidikan agama maupun umum dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada Panitia seluruh Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang sudah membantu terselenggara nya acara ini berjalan lancar, sukses, semoga amal ibadah kita semua di balas dengan berlipat gandakan kebaikan nya oleh Allah Subhanahu Wata'ala 'Aamiin ", harap ustadzah Siti Nurhasanah.

( aldo )

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Rianto , Himbau Pihak Sekolah Tidak Adakan Studi Tour Diluar Daerah


Tangerang. Duasisinews.my.id. Masih adanya kegiatan Studi Tour ke luar daerah yang diadakan oleh Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) di Kota Tangerang, menjadi perhatian dari Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Rianto, yang juga menghimbau agar Studi Tour siswa - siswi, khususnya Sekolah Menengah Pertama  ( SMP ) tidak diadakan diluar daerah, karena selain memberatkan orang tua, khawatir terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Saat diminta tanggapannya terkait adanya rencana kegiatan Studi tour yang akan diadakan oleh SMPN 3, Rianto menjelaskan, " Walikota melalui Kepala dinas Pendidikan Kota Tangerang, pernah menghimbau, bahkan Kadis Pendidikan pernah membuat surat edaran, agar Studi Tour tidak diadakan diluar daerah, selain memberatkan orang tua murid , khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti tahun - tahun sebelumnya, karena sudah ada pengalaman yang terjadi dan pengalaman tersebut agar dijadikan pelajaran, tapi kalau sifatnya perpisahan, tidak apa-apa yang penting tidak membebani masyarakat ", tutur Rianto , yang dihubungi melalui WhatsApp pada Senin siang ( 25/12/2023 ).


Rianto menambahkan, " kalau acara perpisahan boleh - boleh saja dan itupun biayanya jangan memberatkan, kalau Studi  Tour sebenarnya boleh saja, tapi  harus musyawarah dulu antara komite, pihak sekolah dan dengan orang tua murid dan juga jangan sampai nantinya jadi membebankan masyarakat atau orang tua murid ", ujar Rianto


Ketua Komisi II DPRD kota Tangerang ini juga menyarankan, jika pihak sekolah ingin mengadakan suatu kegiatan yang harus mengeluarkan biaya, sebaiknya bermusyawarah lebih dahulu, agar pihak orang tua siswa dan pihak sekolah ada kesepakatan, khususnya yang berkaitan dengan biaya dan pihak sekolah juga harus tetap mentaati aturan yang berlaku sesuai himbauan dari Dinas Pendidikan.


- aldo/ms -

Orang Tua Siswa SMPN 3 Kota Tangerang Keluhkan Biaya Studi Tour


Tangerang. Duasisinews.my.id. Adanya rencana studi tour yang akan diadakan oleh pihak sekolah SMPN 3 Kota Tangerang, dikeluhkan oleh beberapa orang tua siswa, satu diantaranya ialah Andri yang merasa keberatan dengan kebijakan pihak sekolah SMP Negeri 3  yang mewajibkan kepada para siswa siswi kelas lX untuk mengikuti  Studi Tour dengan biaya  yang dinilai cukup besar. 


Menurut Andri, " seharusnya pihak sekolah  mempertimbangkan rencana Studi  Tour tersebut, terlebih untuk rencana acara itu dipungut biaya sebesar Rp 1,5 juta lebih dan kasihan orang tua murid , harus banting tulang menyiapkan anggaran tersebut, belum lagi harus memikirkan biaya  lainnya ", kata Andri,  yang aktif sebagai ketua umum salah satu organisasi kemasyarakatan. 


Andri pun menyesalkan sikap pihak sekolah yang  terkesan memaksa meminta  pungutan biaya Studi Tour ke daerah  kepada orang tua murid.


" Kalau  tidak  salah Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang pernah menghimbau, agar SMP di Kota Tangerang  tidak mengadakan kegiatan Studi Tour ke luar daerah , terlebih dengan biaya yang cukup mahal, tetapi  kenapa masih ada beberapa sekolah yang melaksanakan seperti itu. 


" Mirisnya lagi , pihak sekolah terkesan seperti memaksa disaat meminta pungutan biaya Studi Tour tersebut, hal itu saya rasakan sendiri . dengan nada bicara yang kurang bagus, pihak sekolah meminta kepada  saya selaku orang tua murid untuk segera melunasi biaya Studi Tour tersebut ", ungkap Andri. 


" Saya bukan tidak mau membayar  uang Studi Tour anak saya, tapi saya ingin tau surat edarannya dan apakah  Studi Tour tersebut sudah di ijinkan oleh dinas pendidikan kota Tangerang ? " tanya Andri.


" Tapi pihak sekolah tidak memberikan surat edaran dan menyebutkan bahwa  adanya rencana Studi Tour tersebut sudah ada ijin dari dinas pendidikan Kota Tangerang, karena itulah,  saya meminta kepada rekan media untuk konfirmasi kepada dinas pendidikan kota Tangerang ", ujar Andri.

( TIM )

Penasehat Madilog : " PPDB Provinsi Banten 2023 Mencederai Siswa/Siswi Dan Nyaris Depresi "


Tangerang Selatan. Duasisinews.my.id - Terkait PPDB di Provinsi Banten, terkesan telah hilang sudah rasa kemanusiaan terutama dikalangan kepala sekolah juga dinas pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan carut marutnya PPDB tahun 2023 ini, dari diskusi yang dilakukan pun seolah olah tak djdengar, tak dilihat  dan tidak ada keinginan ataupun membantu siswa-siswi yang terdampak ( hampir depresi ), hal tersebut disampaikan Cecep Anang Hardian yang aktif di lembaga sosial sekaligus penasehat di MADILOG, yang dihubungi melalui WhatsApp pada Selasa ( 22/8/2023 )

Lebih lanjut Cecep menyebutkan, bahwa dirinya saat diskusi baik itu dengan MKKS juga KCD, akan menemukan titik terang terkait nasib siswa-siswi yang hampir terganggu psikologisnya dan ternyata sampai saat ini masih menunggu kejelasan nya, 

Bahkan ketika dihubungi baik itu melalui ketua MKKS dan sekertaris MKKS yang juga menjabat sebagai kepala sekolah melemparkan jawaban terhadap kepala KCD.

Lebih mirisnya lagi,  dalam hal ini pun kepala KCD tidak bisa memberikan solusi karena menurut beliau tidak ada kebijakannya,  sampai memberikan semangat terhadap saya untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Kabid SMA juga Sekdis nya, bahkan ketika berusaha untuk menghubungi lewat whatsapp pun ternyata tidak membuahkan  hasil  serta jawaban yang di dapat dari kabid serta Sekdis Dinas Pendidikan Provinsi Banten, karena dua pejabat tersebut terkesan diam tidak memberikan tanggapan apapun padahal dokumen baik itu photo juga video sudah dilampirkan dalam pesan chat tersebut. 

Semoga dengan pemberitaan ini Pj Gubernur dan segenap komponen pimpinan negeri ini agar bisa menegur atau  buat sanksi bila perlu berhentikan dari jabatannya baik itu kepsek atapun pejabat Dinas Pendidikan yang diduga sudah melanggar etik dunia pendidikan , phngkas nya.

( Ms )